Encun sedang dipenjara, dia dituduh merampok Bank dan mengambil uang dan emas batangan.
Di penjara, timbul rasa bersalah Encun terhadap bapaknya yang udah tua renta, karena ia lah harusnya tulang punggung penghidupan keluarganya.
Beberapa kali Encun mencoba melarikan diri dari penjara, tapi gak pernah bisa, karena dinding penjaranya tetap kokoh karena pakenya semen tiga roda.
Suatu kali Encun behasil kabur. Dia merampas senjata polisi dan lari secepat kuda. Untuk menghindari kejaran polisi, Encun merangsek masuk ke gang-gang pemukiman padat. Tapi polisi gak segitu tololnya bisa dikibuli. Polisi terus mengepungnya dari segala arah.
Polisi yang semakin dekat memaksa Encun harus keluar gang dan masuk ke dalam sebuah kamar disebuah rumah. Dikamar itu ada suami istri lagi berduaan.
Tanpa banyak bicara Encun langsung menodongkan senjata kepada mereka. Pasangan itu ketakutan, mereka mengangkat tangan dan menuruti perintah-perintah Encun.
Encun mengikat yang laki-laki ke kursi, dan menyuruh si perempuan tetap di kasur.
Encun kemudian naik ke kasur dan mulai mendekati leher si perempuan itu.. Suaminya menutup matanya, dan berusaha tidak menyaksikan kejadian tersebut..
Tapi gak lama kemudian, Encun kebelet.. dia ke kamar mandi..
*Suara sirene polisi terdengar riuh di sepanjang jalanan*
Sewaktu Encun dikamar mandi, si suami yang diikat dikursi berkata sama istrinya :
"Tolong jangan dilawan, apa pun yang dia minta lakukan aja ya, biar kita gak dibunuh.. plis sayang, i love you.."
Si suami berpikir mereka akan selamat kalau menuruti semua keinginan Encun.
"Kamu yakin menuruti segala permintaannya sayang? " Istrinya balik bertanya.
"Ia sayang, plis aku akan melakukan segalanya untuk hidup kita, apapun.."
Kemudian istrinya ngejawab :
"Yaudah sayang kalo gak apa-apa, dia tadi mendekat cuma bisikin bahwa dia itu gay, suka sama kamu. trus dia minta jangan ngelawan.. Plis ya sayang lakuin apa yang diminta perampok itu, biar kita gak dibunuh. Tuh dia udah datang..!
"Apa apaan? maho ..!!"
Tapi kemudian Polisi segera tiba di tkp, mereka berhasil mencium keberadaan Encun.
Terjadi tembak-tembakan sengit, beberapa kali Encun salto dan jungkir balik menghindari peluru polisi, tapi akhirnya dia tersudut dan menyerah. Polisi kemudian menjebloskannya kembali ke penjara.
Bapak Encun sedih, dia ingin menjenguk tapi tidak ada ongkos.
Akhirnya Ia pun nulis surat :
"... Cun, kamu tau bapak gak akan bisa nanam ubi atau apapun tahun ini karena bapak udah gak kuat lagi garap lahan kita, kalau aja ada kamu disini kita pasti bisa ngurus bersama-sama......"
Encun membaca surat ayahnya dengan mata berlinang, remuk hatinya melihat keadaan bapaknya yang jadi korban kebodohannya.
Encun menyadari kesalahannya, dan menulis surat balasan,
"Pak, tolong jangan digarap ladang kita itu, apa bapak ingin membongkar rahasiaku? Dilahan itu ku kuburkan semua hasil ngerampok selama ini, beberapa batang emas, uang dan perhiasan-perhiasan ada disitu, jangan digali pak!"
Encun kemudian menitipkan surat itu ke petugas penjara, tapi karena di penjara semua dokumen harus diperiksa, maka surat itu pun dibaca terlebih dahulu sebelum memberikannya pada bapak Encun.
Namun polisi yang membaca surat itu kemudian mengumpulkan anak buahnya dengan diam-diam, mereka menggali ladang bapaknya Encun, semua sudut digali sampai tidak terlewat sejengkalpun, namun tidak menemukan apa-apa.. Polisi itu kesal tidak bisa menemukan harta karun Encun.
Besoknya Encun menulis surat lagi ke bapaknya, "Sekarang bapak udah bisa nanam ubi, ladang kita udah digarap sama anak buah ku pak!"

0 komentar:
Posting Komentar