Minggu, 01 Maret 2015

The Best Batak Song

To me. Subjectively… These are the most epic Bataknese songs of all time. I am defining “epic songs” very broadly. Essentially this includes hymns and ethnic music,but also ancient classical music,a jazz, secular rock, etc…
This list is not limited to songs that make me think about my homeland and Bataknese (though obviously a lot of them do). No, these are simply the songs that pack the biggest holiness punch when I listen to them. They are the songs that you can’t help but close your eyes to-the songs that are so beautiful, so alive, so longing, so emotional, that you feel the true transcendent power of art.
After I compiled this list I looked over it to see what-if anything-these songs had in common. I found that a large number of them deal with topics of home,of “homelands” or “homelessness” - and also of memory/nostalgia. A lot of them are sad and melancholy, reflecting upon the pain of unfound peace,or try to found it,something like "m3" marhamoraon,marhagabeon, marhasangapon.. behahaha.
1.LISSOI.
In my opinion, Nahum Situmorang is one of the most greatest Bataknese music composer of all time. Lissoi, has to be one of the best songs ever. This was my favorite childhood song...and still one of my all time favorites. This may not have been a hit,but for me, Lissoi mean 'hey friend, don't be sad, hold my hand!"
Lissoi - Seringai Version

Gitar,Tuak+Bir,nyanyi = Lissoi. Lagu ini merupakan salah satu theme song kehidupan anak muda dan berarti persahabatan. Lupakan masalah sejenak,mari bernyanyi,Lissoiii!
2. Sing - Sing So 
This is the most beautiful rendition of my favourite song of all time. I have listened to Sing Sing So hundreds of times over the past 20 years by many Bataknese groups throughout Indonesia, on many CD versions that I own and even personal renditions on Tapanuli, my homeland, at Batak weddings and even on a prau crossing Danau Toba at sunset.
Originally sung by Gordon Tobing in the 50's. He performed this song all over the world.This song is about a man who is longing to go to his maternal uncle's house to meet the uncle's daughter and marry her... The man is supposed to marry his mother's brother's daughter... And vice versa.. A Bataknese girl is supposed to marry her father's sister's son..
Sing-Sing So - Gordon Tobing

Sewaktu kecil kami sering menyanyikan lagu ini bersama teman sebaya,tanpa memperhatikan arti sesungguhnya. sekarang saya mengerti bahwa lagu ini adalah lagu untuk seorang pemuda yang menginginkan seorang gadis untuk menjadi pasangan-nya.

3. O Tao Toba Nauli
A great song to listen to at night on the way sleep. It almost puts tears in my eyes with the beauty end eloquence of its words and the love with which it is sung. I may be crazy, but I love it. Viky Sianipar made it like an orchestral showbow,Johnson sung it like Pavarotti did.. oooo Tao Toba Naaaaaaa Uuuuuu Liiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!
Viky Sianipar ft Johnson Hutagalung ft Tetty Manurung


Lagu ini menggambarkan tentang alam,bagaimana bukit-bukit dan lembah,alam liar,dan butir-butir kehidupan yang mengelilingi landmark Tanah Batak,Tao Toba. Bagaimana pentingnya Danau Toba sebagai pembentuk identitas manusia yang berasal dari sana.

4. Argado Bona Ni Pinasa
I love this song. At my highschool graduation we sing this, and on the chorus we all jump up and down and sing. i think it is an awesome song. it has such beautiful imagry too. I grew up near Bukit Barisan hills and Martimbang Mountaints and I haven't found anything more beautiful. I am one of those college kids that sings this song at the top of my lungs at midnight, it's what we do.
Tapanuli is like a world of its own-- life really is old there. I love it. This song really makes me want to go home.
Viky Sianipar ft Sita Siagian

Argado Bona Ni Pinasa berarti Jangan pernah melupakan akarmu,karena itu adalah hal yang sangat mahal. Sejauh mana kamu menjelajahi dunia ini,kamu tidak akan pernah bisa mengingkari identitas asli dari mana kamu berasal dan siapa nenek moyangmu.

5. Butet
Butet (Daughter) is A heroic song. The story is about a family with a baby daughter who waited for her father, a member of Indonesian people resistance against Dutch colonialist in Indonesian independence war, to come back home. It is unknown whether the father was dead or alive. The story was told as a lullaby.
Hermann Delago ft Viky.S (Tobadream III)
BUTET

Lagu ini adalah tentang harapan dan perjuangan. Harapan seorang anak perempuan yang ditinggal ayahnya berjuang mengusir penjajah.Perjuangan ayahnya menimbulkan penderitaan,hingga ayahnya berharap agar putri kecilnya cepat bertumbuh dewasa dan menjadi seorang petugas palang merah kemanusiaan.

6. Sipata - Hermann Delago ft Viky Sianipar
7. Boasama Sai Marsak Ho - Hermann Delago ft Viky Sianipar
8. Boru Panggoaran - Hermann Delago Orchestral ft Novita Dewi
9. Pulo Samosir - Viky S ft Ras Muhammad
10. Jameela - Viky S ft Alsant Nababan
11. Alusi Au - Viky S ft Trison Manurung.
12. Sitara Tillo - Viky s ft Alsant Nababan
13. Sai tu dia Ho Marhuta - Victor Hutabarat
14. Sigulempong - Victor Hutabarat
15. Sitogol - Marsada
16. Dos Do Nakokna - Hermann Delago ft Viky S
17. Dekke Jahir - Vico Pangaribuan


18. Anak Medan - Viky Sianipar ft Alsant Nababan


19. Nasonang Do Hita Nadua - Edo Kondologit ft Lea Simanjuntak
20. Poda - Edo Kondologit ft Viky Sianipar
21. Anju Ahu - ?
22. O Tano Batak - Victor Hutabarat
23. Rura Silindung -
24. Sai Anju Ma Au - Nainggolan Sister
25. Aut Boi Nian - Alsant
26. Dang Marna Muba Ho - Willy HtSoit


Lagu paling sakral di masyarakat Batak, merupakan lagu yang memiliki arti sepenting Indonesia Raya
Dinyanyikan di acara-acara besar,dan biasanya dibawakan oleh paduan suara sekolah-sekolah dan HKBP.
O Tano Batak - Victor Hutabarat

Beberapa tahun belakangan memang musik Batak mengalami sentuhan revolusi. Selama beberapa dekade terakhir musik Batak terkesan stagnan dan monoton dimusik ber-aliran mendayu-dayu ala melayu,dan seiring perkembangan zaman,selera musik juga berkembang,tak pelak formasi trio-duet-solo dengan musik yang begitu-begitu saja membuat para golongan muda tidak menaruh minat yang besar terhadap karya-karya yang bermunculan. Untungnya Revolusi itu mucul diwaktu yang tepat,dipelopori oleh Viky Sianipar,Tongam Sirait dan Hermann Delago.Viky sendiri menggandeng beberapa musisi dan penyanyi dari beberapa aliran,seperti Ras Muhammad yang beraliran Reggae,Trison(Rock'n Roll) Alsant dan Beberapa talent hebat. Langkah Viky kemudian mulai diikuti oleh beberapa musisi. Saat ini terdapat beberapa Band dan Solo-is yang membawakan lagu-lagu Batak dengan aransemen Jazz,Rap Hip-Hop,Electric,dan aliran musik lain. Hal ini menunjukkan bahwa musik folk/etnik Indonesia (Batak khususnya) kembali mendapat tempat utama dihati masyarakat. Semoga!

Akhir kata,dari beberapa lagu diatas bukan merupakan list untuk meng-compare/membandingkan antara satu lagu dengan yang lain,tapi merupakan bentuk apresiasi terhadap karya-karya besar komposer dan arrangements seperti Nahum Situmorang,Gordon Tobing,Tilhang Gultom,N.Naibaho,S.Dis, Victor Hutabarat,Viky Sianipar dan Team,Hermann Delago,dan Ratusan Karya Masterpiece yang tidak bisa desebutkan satu per satu. Pada akhirnya semua orang hanya bisa ber-opini tentang mana yang terbaik dan mana yang kedua terbaik dan seterusnya,tetapi sebuah karya tidak bisa diukur dengan peringkat dan posisi,sekalipun itu posisi pertama. Yang terpenting adalah menghargai karya itu dan mensuport seniman dibelakangnya dengan membeli karya mereka secara legal.

Beberapa lagu oldies yang kita tidak tau penyanyi versi originalnya yang hingga kini masih tetap dibawakan dimana-mana :
-Rambadia
-Sik Sik Sibatumanikam
-Sigulempong
-Ketabo
-Anakkon Hi Do Hamoraon Di Au
-Denggan ni Lagumi
-Di Ingot Ho Dope
-Jujung Goarhi
-Marombus-ombus
-Na Hinali Bangkudu
-Nunga Lao Nunga Lao
-Sega Na Ma Ho
-Situmorang Na Bonggal
-Timbo Dolok Martimbang
-Sinanggar Tullo
dll.

0 komentar:

Posting Komentar

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com