Semarang,Centraelle Javae, Septeimbre 2004. Masehi.
Ibu yang memberiku celana ini, aku masih ingat saat ayam kesayangan Tre, adikku, dijual demi membelinya. Semalaman Tre menangisi kepergian ayamnya.
Demikian juga Ibu, dia menangis saat itu. Untuk pertama kalinya aku pergi sejauh ini, aku tau berat untuk nya, namun ini memang harus dilakukan..,
Aku dan Bapak mencintaimu jauh lebih dari apa yang bisa kami masukkan ke dalam kata-kata, dalam surat apapun.
Tetapi jika kami bisa, jika aku bisa, aku akan mengatakanya..
Besok kami akan melihat pintu rumah kita tutup dan segera menjadi waktu bagimu untuk berdiri kuat dan membuat jejak kaki sendiri di dunia ini.
Sepertinya kami sudah mempersiapkan hari ini sejak pertama kali kamu belajar berjalan.
Ibu ingat hari ketika kamu melangkah untuk pertama kali, satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, sebelas, dua belas langkah kaki mungilmu.. kemudian kamu jatuh ke dalam pelukanku..
Ibu menangkapmu, kami tertawa-tawa karena itu adalah langkah pertamamu untuk kebebasan.
Tampaknya kamu sudah menuju ke arah kemerdekaan sejak saat itu.
Bukan merupakan perjalanan yang mudah bagi kami untuk membesarkanmu, tapi Ibu dan Bapa berharap suatu hari kamu akan mengampuni kami karena mencintaimu terlalu banyak, bahwa Ibu mencoba untuk selalu bersamamu bahkan ketika waktunya terbaik bagimu untuk berjalan sendiri.
Dan sekarang, seperti sebuah jendela yang ditutup, Ibu takut untuk apa yang tidak kami ajarkan padamu.
Ada begitu banyak pelajaran dan masih banyak waktu untuk melihat ke depan saat kamu memulai hidupmu sendiri. Ibu harap telah mengajarkanmu pelajaran terpenting tentang kehidupan, jika tidak melalui kata-kata, melalui perbuatan yang kamu saksikan sendiri ketika bersama-sama dengan Ibu.
Hidup adalah sebuah perjalanan menanjak dan terus menerus, saat kamu berjalan melalui puncak bukit dan lembah-lembahnya, Ibu harap kamu menemukan sungai dan pelangi sepanjang jalan.
Ibu tahu kamu ingin segera pergi. Tapi sebelum kamu berangkat, sebagai seorang pemuda dengan harapan dan impian, kami ingin kau ingat bahwa nanti ditempat yang akan kamu tuju hidupmu adalah antara remaja dan orang dewasa dengan segala keinginan menyenangkan, persahabatan, cinta, dan hal-hal yang tidak bisa Ibu sebutkan semua.
Kamu akan mengalahkan yang kuat, karena kamu sekarang adalah pria... Ibu yakin akan mengejutkanmu karena memanggilmu seorang pria..
Kamu tahu seorang pria itu seperti apa?
Seorang pria tidak didefinisikan oleh berapa banyak bir yang dia habiskan tiap malam, atau berapa pacar yang dia bisa dapatkan, atau dengan ukuran berat tubuhnya, dan kemampuannya untuk mendapatkan uang. Beberapa orang cukup bodoh untuk berpikir bahwa pria sejati tidak pernah takut, tidak pernah kalah. Tapi pria sejati adalah orang yang tidak pernah takut untuk menjadi dirinya sendiri.
Kamu harus menjadi seorang pria yang cukup berani untuk mengatakan saya minta maaf atau aku memaafkanmu.
Menjadi seorang pria adalah memiliki keberanian untuk mengetahui dan melakukan apa yang benar. Menjadi seorang pria adalah memiliki keberanian untuk menyingsingkan lengan baju dan bekerja keras untuk apa yang kamu inginkan.
Menjadi manusia adalah memiliki keberanian untuk menjadi diri sendiri, mengatakan apa yang kamu pikirkan.
Menjadi seorang pria adalah memiliki keberanian untuk bangun ketika kamu telah terpukul dan jatuh. Dan yang paling penting, menjadi seorang pria adalah menjadi orang baik dan penuh kasih.
Kamu adalah seorang pria dalam cara yang lebih dari yang kamu tahu,
Tuhan telah memberkatimu dengan pikiran yang baik, kesehatan yang baik dan hati yang baik. Jadi pergilah, lihat ke depan, dalam perjalananmu perbuatlah yang baik.. Dengan semua cinta kami.
Hari dimana aku mengingatnya,disitu kepalaku mau meledak karena rindu Ibu dan teman-temanku.
Namaku Dos, nama yang juga kuberikan untuk celana pemberian ibu yang kini sudah usang. Hampir setahun Dos kugantung disamping poster Sid, vokalis legendaris sexpistols itu, pahlawan revolusi musik rock n roll versi saudara tiri sepupuku. Dos bukan satu-satunya celana yang kumiliki, bukan juga yang pertama. Hanya,bagiku Dos bukan hanya sekedar celana, dia penulis hebat,yang bertahun-tahun telah menuliskan sejarah panjang pelarianku.
Lima tahun lalu,mungkin Lima tahun tiga bulan dan 11 hari, Dos mengalami nasib tragis. Sakunya robek, sebelah kanan. Aku sempat berjanji untuk membawanya ke dokter jahit,namun itu tidak pernah kulakukan sampai sekarang.

0 komentar:
Posting Komentar